Friday, October 23, 2015

Semua Seakan Mudah Saat Dia Ada

Gb 1 : Touch me!
Haloo!

 Tak ada yang dapat mencegah,  bahwasanya teknologi terus menerus berkembang dari hari ke hari dengan cepatnya. Beberapa teknologi bahkan telah mengubah peradaban dan tingkah laku manusia di dunia ini. Salah satu dari sekian banyak teknologi yang mengubah pandangan dan cara hidup saya serta tak sedikit orang di dunia ini adalah teknologi layar sentuh (touchscreen), yang diyakini mulai dikembangkan pada tahun 1965, dan berkembang pesat mulai tahun 1990an akhir.

Teknologi yang kerap diibaratkan dengan seorang pembeli makanan di warung tegal atau warteg, yang pada dasarnya pembeli menunjuk sana-sini untuk menentukan menu atau makanan mana yang hendak mereka santap. Namun, bukan itu filosofinya, memang secara tidak langsung, terdapat kesamaan antara teknologi touchscreen dan cara memesan makanan di warteg tersebut. Siapa pula yang dapat menyangka bahwasanya teknologi yang telah mengubah gaya dan tampilan perangkat komunikasi di dunia ini ternyata menyimpan sejarah yang cukup panjang.

CUKUP MENGESANKAN!

   Semua bermula ketika E.A Jhonson (diyakini sebagai penemu touchscreen), pada tahun 1965 menemukan cara agar layar dapat membaca sentuhan, meskipun hanya satu sentuhan pada awalnya. Penemuan yang mendapat paten tahun 1969 ini kemudian digunakan sebagai alat kontrol lalu lintas udara hingga tahun 1993. Tahun 1970, dua insinyur asal CERN, Swiss, mulai melakukan inovasi pertama pada layar sentuh ini, dengan menciptakan layar sentuh kapasitif yang dapat bekerja dengan cara merespon benda keras (seperti tongkat) yang menekannya.

   Perkembangan tidak berhenti disana, adalah Samuel G. Hurts, nama inovator selanjutnya dari layar sentuh resesif, yang mulai memproduksi massal teknologi touchscreen pada tahun 1980-an melalui perusahaannya sendiri yaitu Elographics. Selanjutnya perubahan besar kembali terjadi pada tahun 1982 oleh University of Torontayang,  tidak seperti layar kapasitif dan resisif yang hanya dapat membaca titik kontak tunggal, Universitas ini mulai mengembangkan teknologi multitouch serta mengembangkan tablet layar sentuh pula.

Gb 2 : Can I touch you?

   Bell Labs ikut menembangkan touchscreen yang bisa mengubah gambar lebih dari satu sentuhan pada 1984. Pada saat yang sama, Myron Krueger mengembangkan sistem optik yang dapat melacak gerakan tangan, ini adalah sebuah langkah awal yang mendorong inovasi layar sentuh menjadi semakin mudah dan lebih canggih. Setahun kemudian, kembali sebuah Universitas, University of Toronto  melalui Bill Buxton turut andil dalam pengembangan inovasi tablet multi-touch menggunakan teknologi kapasitif, 

   Semakin kesini, tepatnya tahun 1990-an, ilmuwan komputer Andrew Sears melakukan studi akademis tentang interaksi manusia dan komputer. Studi tersebut menjelaskan bagaimana gerakan single-touch, seperti memutar tombol, menggesekkan untuk mengaktifkan. Kemudian multi-touch seperti mengubungkan objek, dan menekan untuk memilih.

  Sampailah kita pada era teknologi yang lebih canggih saat ini, selama beberapa dekade terakhir, teknologi touchscreen terus melakukan inovasi yang signifikan. Layar menjadi lebih reseptif terhadap sentuhan dan gerakan, juga inovasi yang lebih difokuskan kepada kualitas perangkat. Sekarang ini teknologi touchscreen hampir pasti pernah dicoba dan dimiliki semua orang, mulai dari HP, laptop, tablet, layar interaktif di dalam mall ataupun gedung-gedung, hingga memesan makanan mulai menggunakan teknologi ini.
Gb 3 : Touch them all!

   Lantas, apa saja yang membuat saya dan kita semua harus serta wajib untuk menikmati teknologi yang satu ini? tak lain dan tak bukan adalah karena keuntungan yang ditawarkan, seperti
  • Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba (masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
  • Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
  • Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh 
  • Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
  • Mudah diterima oleh penggunanya
  • Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya

Nah, mungkin pertanyaan anda adalah, mengapa saya begitu tertarik mengangkat tulisan tentang touchscreen, sedangkan masih banyak penemuan lain, aplikasi lain yang bahkan jauh lebih baik dari ini. Jujur, munculnya teknologi touchscreen secara tak langsung mengubah gaya hidup saya. Semuai judul, 'Semua seakan mudah saat dia ada', ambil contoh paling sederhana, untuk mengetik sebuah pesan singkat, saya yang dulunya harus menekan angka 2 sebanyak 3 kali untuk mendapatkan huruf C, kini bisa didapatkan hanya dengan 1 sentuhan. Selain itu, munculnya teknologi ini membuat semua aktivitas menjadi lebih efisien, lebih mudah digunakan, serta lebih elegan tentunya

   Mengesankan bukan? Thanks to all of them, to make this world even better. 
    Last but not least.. come on and touch me!

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2014/05/27/363/990571/perjalanan-panjang-terciptanya-teknologi-layar-sentuh

Ivan Fadhila
5115100039

0 komentar:

Post a Comment