Thursday, December 10, 2015

Nothing is Impossible

   



 Well.. seperti yang terlihat pada judulnya, tidak ada yang mustahil jika itu masuk akal. Membayangkan hal - hal bukan suatu rahasia lagi bagi kita semua, terutama cita - cita. Saya Arya Wiranata akan mepaparkan kepada kalian semua tentang cita - cita saya.

         Seperti yang kalian ketahui, cita - cita adalah keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran. Semua pasti memiliki keinginan yang selalu ada di dalam pikiran mereka, tapi tentunya keinginan satu dengan lain berbeda. Keinginan saya pada saat masih kecil adalah bertemu dengan karakter idola saya dalam video game karena berawal dari awal menginjak SD saya bermain permainan konsol di PS. Iya saya tahu itu terdengar konyol di telinga apalagi jika dibayangkan, tapi keinginan pertama ini memotivasi saya dalam terjun dunia game. Dan disaat itu adalah lahirnya hobi yang sampai sekarang menjadi keseharian saya, bermain game. Menurut saya game tidak menghabiskan waktu yang bisa dipakai untuk belajar, game adalah perlajaran. Saya bisa mendapatkan nilai tertinggi dalam bahasa inggris karena game, melatih motorik dan daya akurasi karena game, melatih daya ingat dan IQ karena game, memanajemen waktu karena game, mendapatkan banyak kenalan satu hobi karena game, dan banyak lagi yang mungkin saya bisa uraikan. mungkin motto saya sekarang adalah "Game is Love, Game is Life".


       Pada saya menginjak bangku SMP saya berkeinginan untuk menjadi seorang Professional Gamer yang dibayar banyak karena bermain game dengan lihai. Tapi keinginan itu tidak bertahan lama karena ketatnya waktu jam main yang diberikan orang tua membuat aku hidup tanpa keinginan. Masuklah ke ekstakulikuler teater karena teman saya. Saya tidak tertarik dengan para aktor dan aktris yang bermain perannya di depan panggung. Yang saya tertarik untuk masuk ke dunia teater adalah penulis naskah. Saya dapat memikirkan sejuta ide yang dapat saya tuang pada secarik kertas. Pada saat itu aku mulai jatuh cinta pada menulis. Kau bisa membuat suatu keadaan sesuai yang kepalamu inginkan karena kau yang menciptakannya. seakan - akan kau bisa menjadi tuhan yang membuat skenario untuk aktor dan aktris yang akan dimainkan di depan panggung.


       Oke saya lompat ke bangku perkuliahan karena saya memiliki kehidupan yang sangat flat di SMA. keinginan saat itu adalah menjadi seorang programmer karena saya pikir itu menantang tapi menyenangkan. Beberapa kali pertemuan mata kuliah dasprog saya mengetahui bahwa membuat program itu menantang dan tidak menyenangkan. Saat itu saya sangat kebingungan dan untuk kedua kalinya, saya hidup tanpa keinginan. Tidak lama itu saya menemukan suatu video yang dipublikasikan oleh TED tentang bagaimana mencari cita - cita yang perfect, dan yang saya tangkap adalah jadikan hobi menjadi cita - cita. Setelah merenung cukup dalam akhirnya saya menemukan cita - cita saya yang pas buat saya, yakni seorang video game developer atau lebih spesifiknya video game director.

          Mengapa saya ingin terjun ke video game developer? well.. karena menurut saya penggabungan dari beberapa hobi adalah suatu passion yang gampang dicapai. Dengan banyaknya game yang sudah kumainkan yang memiliki story yang menakjubkan, adalah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa saya memilih itu. Saya mengagumi banyak video game director yang memiliki segudang ide yang tidak monoton dan seru tentunya, seperti Hideo Kojima pembuat Metal Gear Solid series, Shinji Mikami yang mengaplikasikan idenya menjadi game Resident Evil, The brother Houser yang membuat game Grand Theft Auto series, Todd Howard yang membuat Fallout 3, Ken Levine pembuat Bioshock series, dan banyak lagi pembuat game yang saya takjub akan hasil mahakaryanya. Dan suatu saat nanti semua orang memainkan video game dan video game tersebut mendapatkan banyak penghargaan dan review positif yang merupakan hasil dari pemikiran ide kreatif yang keluar dari otak saya.

ARYA WIRANATA
5115100163

Pengen Jadi Orang Sukses

Pengen Jadi Orang Sukses
                Apa itu sukses? Menurut saya dapat dikatakan sukses yaitu ketika kita dapat mencapai suatu hal yang kita inginkan. Namun di sisi lain, suatu hal yang kita katakan sukses belum tentu dikatakan sukses pula oleh orang lain. Maka dari itu, kita harus menciptakan sendiri kesuksessan tersebut. Suatu kesuksesan pastilah berhubungan dengan kehidupan di masa yang akan datang. Sedangkan kehidupan yang akan datang berhubungan pula dengan cita-cita yang harus dirancang untuk membangun sebuah kesuksesan. Jadi kalau menurut saya sebuah cita-cita inilah yang terpenting pada bagian ini. Karena dengan cita-cita kita dapat memilih jalan mana yang akan kita lewati di masa yang akan datang.
                 Ketika ditanya tentang cita-cita tidaklah sedikit orang yang kebingungan untuk menjawabnya. Kenapa? Mungkin karena mereka takut akan ketidakberhasilan mereka di target yang telah mereka tentukan atau bahkan karena belum adanya pandangan hidup di masa yang akan datang. Dan kali ini, saya akan bercerita tentang cita-cita saya. Ketika pertama kali masuk jurusan teknik informatika saya juga belum begitu paham dengan ranah kerja jurusan ini, tetapi dengan berjalaannya waktu, selama kurang lebih satu semester di kampus ini saya menjadi mulai memahami beberapa ranah kerja dari jurusan teknik informatika ini. Dan saya memutuskan sementara bahwa menjadi seorang UI Designer adalah cita-cita yang keren bagi saya.

                Apa itu UI Designer? UI(User Interface) Designer merupakan seseorang yang mendesain sebuah tampilan baik web, smartphone, dan lainnya. UI Designer bertujuan untuk membangun tampilan mobile apss,web-based application, dan lain sebagainya dengan navigasi dan user experience yang memudahkan pengguna. Saya bercita-cita sebagai UI Designer karena saya dari dulu tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan desain.  Saya ingin mencipakan sebuah karya yang sangat menarik di lihat dari berbagai bidang yang dapat menandingi karya IT di tingkat internasional.
                Untuk menggapai cita-cita saya itu tentulah tidak akan mudah, maka dari itu saya harus menyusun strategi yang harus saya jalani untuk mencapai cita-cita saya itu. Saya harus belajar giat dan mencari wawasan yang luas tentang pekerjaan itu. Mendalami bidang atau mata kuliah yang dibutuhkan dalam UI Designer. Seperti HTML, CSS, DHTML, JavaScript, action script, XAML, dan lain-lain. Selain itu saya harus berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan kreatifitas saya dibidang desain. Usaha kecil lain yang saya lakukan adalah dengan mempelajari dan mencoba untuk menguasai Corel Draw, Photoshop, dll masih banyak lagi.
                Di samping strategi saya tersebut, saya memiliki beberapa kelemahan yang salah satunya adalah sering merasa galau jika tugas menumpuk terlalu banyak dan bingung untuk mengerjakannya tetapi saya akan berusaha memperbaiki kekurangan saya tersebut. Selain kelemahan, saya juga memiliki beberapa kelebihan yaitu saya merupakan seseorang yang tanggap dalam menyelesaikan suatu masalah atau sergap dalam memahami suatu hal yang baru.
                Semua Stategi atau cita-cita tidak ada yang tau kapan akan berhasil, akan berhasil ataukah tidak. Maka dari itu saya membuat pilihan kedua apabila stategi saya di atas gagal maka saya akan mencoba untuk mendalami bidang lain yaitu sebagai seorang entrepreneur. Usaha yang harus dilakukan yaitu mendalami ilmu tentang managemen bisnis. Dan begitulah cerita tentang cita-cita saya, semoga kita semua dapat mencapai cita-cita yang kita impikan masing-masing. Amin :)


Nama      : Fatimatus Zulfa
NRP        : 5115100073

cita-citaku

Assalamualaikum wr wb
Perkenalkan nama saya Dely Teja M, saya akan memaparkan tentang cita cita saya yang saya dapatkan ketika saya diterima menjadi mahasiswa ITS jursan teknik informatika.
Sedikit bercerita, ketika saya kecil dahulu apabila ada seseorang yang bertanya mengenai cita cita saya ,tidak hanya saya tetapi juga teman-teman saya  pasti akan menjawab ingin menjadi seorang dokter. Pertanyaannnya adalah mengapa sebagian anak kecil di lingkungan saya mengatakan seperti itu? jawabannya adalah karena saya dan teman-teman saya tumbuh dan berkembeng di lingkungan yang menganggap dokter adalah satu satu pekerjaan yang baik dan  mulia. Namun seiring perkembangan zaman, dan setelah saya di terima di jurusan teknik informatika ITS dan pikiran saya lebih berkembang serta lebih dewasa, akhirnya saya sadar bahwa menjadi seorang dokter bukan satu satu nya pekerjaan yang baik dan mulia.
     Pada dasarnya terdapat banyak pekerjaan yang bisa di ambil dari lulusan teknik informatika, seperti programmer, system analysis, web developer, game developer, software engineer, dan lain sebagainy, bahkan beberapa eaktu yang lalu saya membaca sebuah poster yang isinya lowongan pekerjaan yang diyujukan pada lulusan teknik informatika di bidang militer. Hal ini menunjukkkan bahwa semakin berkembangnya zaman maka kebutuhan manusia tidak mungkin terlepas dari sebuah teknologi. Karena dengan teknologi kehidupan manusia menjadi lebih baik, lebih tertata, dan lebih efisien.
      Beberapa bulan yang lalu setelah saya diterima menjadi mahasiswa ITS jurusan teknik informatika. Saya mulai mengembangkan kemampuan saya sebagai mahasiswa baru teknik informatika. Tidak hanya dari segi akademik tetapi saya juga berusaha mengembangkan diri saya bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang bisa menjadi contoh bagi mahasiswa yang lain.  Setelah belajar beberapa pekan di teknik informatika saya mendapat sebuah pengetahuan bahwa mahasiswa lulusan teknik informatika pun bisa memiliki pekerjaan yang tidak kalah dengan seorang dokter. Dan setelah mengetahui beberapa alumni teknik informatika yang sudah berhasil di pekerjaannya, saya memiliki cita-cita ingin menjadi software engineer. Alasan saya bercita-cita untuk menjadi software engineer adalah yang pertama saya ingin melatih kreativitas saya untuk menghasilkan sebuah karya dan alasan kedua adalah saya ingin menguasai beberapa bahasa pemrograman. Walaupun tidak mudah, tetapi saya akan berusaha keras untuk mewujudkannya, seperti kata pepatah “ cita-cita itu bukan seberapa tinggi dan seberapa besar, tetapi seberapa besar usaha kita untuk meraihnya’’.

Adapun kiat-kiat saya untuk mewujudkan mimpi saya menjadi software engineer adalah saya akan berusaha keras untuk belajar bahasa pemrograman, walaupun sulit tetapi akan saya coba untuk melakukannya. Karena saya yakin bahwa untuk mencapai suatu tujuan diperlukan usaha dan kerja keras. 

sekian sedikit berbagi mengenai cita-cita saya, semoga bermanfaat :)

wassalamualaikum wr wb

Nama:  Dely Teja M
NRP  : 5115100003 


Menjadi seorang Googler

Apa itu googler? Mungkin banyak diantara orang awam yang belum mengetahui istilah ini. Ya, Googler merupakan istilah untuk seseorang yang bekerja di google. Pada awalnya, saya merupakan seorang mahasiswa tanpa cita-cita. Namun, setelah saya tidak sengaja membuka sebuah artikel yang ditulis oleh seorang Googler, saya berminat untuk menjadi seorang Googler juga.
 
Dari artikel tersebut (dan juga website Google sendiri), saya mendapati bahwa Google merupakan sebuah perusahaan yang sangat terbuka terhadap sebuah gagasan-gagasan baru. Selain itu, Google juga menghargai setiap hobi-hobi karyawannya, mulai dari yang serius hingga yang konyol. Dengan prinsip perusahaannya yang sedemikian rupa, lantas Google tidak pernah kehabisan ide untuk berinovasi.
 
Saya berminat untuk menjadi salah satu bagian dari user experience designer team Google. Hal yang mendorong saya untuk menjadi user experience designer adalah menariknya dari produk-produk yang telah diluncurkan Google. Produk-produk menarik tersebut juga didukung oleh tampilan antarmuka yang menarik juga. Dari desain yang telah dibuat oleh Google, saya melihat bahwa Google memiliki banyak sekali inspirasi untuk membuat sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan oleh semua orang, tanpa harus mempelajarinya terlebih dahulu.
Hal lain yang mendorong saya untuk menjadi seorang Googler adalah suasana bekerja yang nyaman dan menyenangkan. Google selalu membuat karyawan-karyawannya untuk bekerja senyaman mungkin sehingga dapat memunculkan ide-ide kreatif. Selain itu, Google tidak menetapkan aturan yang baku bagaimana karyawan-karyawannya harus bekerja, sehingga karyawannya dapat memilih kapan dan dimana mereka dapat bekerja dengan nyaman.
 
 
Selain itu, Google juga menciptakan suasana bekerja yang menyenangkan, karena Google telah mengetahui bahwa ketika kita bekerja di Google, kita tidak akan hanya bekerja untuk sesaat. Oleh karena itu, Google mencari seorang Googler yang memiliki kemauan tinggi dan siap untuk menghadapi masalah dan tantangan di dunia internet. Jika saya gagal untuk menjadi seorang Googler, saya yakin masih banyak perusahaan raksasa teknologi yang membutuhkan seorang user experience designer sesuai dengan cita-cita saya. Akan tetapi, menjadi seorang Googler tetap menjadi cita-cita saya yang paling utama.
 
Setelah mengetahui seluk-beluk pengalaman bekerja di Google, saya rasa Google merupakan tempat bekerja yang ideal bagi saya karena segala keunikannya.
 
 
Nama : Vincentius
NRP   : 5115100159

Kemana Saya Pergi? Tanya Google Aja Deh…..



Selamat malam, para arek bloggers. Kembali saya posting di blog ini sebagai rangkaian kegiatan kuliah STI bersama Pak Imam.

Pada kesempatan kali ini kami selaku anak didik Pak Imam mendapat kesempatan untuk menceritakan mengenai cita – cita kami masing – masing disini. Maka, tanpa basa – basi lagi, saya akan menceritakan salah satu dari sekian cita – cita yang saya ingin capai.

Sebenarnya, cita – cita yang ingin saya capai ini berkaitan dengan kehidupan teman – teman semua, baik di dunia nyata ataupun dunia maya. Mengapa saya bisa berkata demikian? Karena, pertama, anda semua pasti main internet setiap hari. Kedua, setiap kali bersurfing di dunia maya, anda pasti membuka Google.
 
Nah, cita – cita saya ini adalah ingin menjadi bagian dari Google…..



Mungkin ada teman yang bertanya kenapa saya mau jadi ‘pegawai biasa’ dengan bekerja di Google, sedangkan banyak teman – teman yang mungkin memiliki cita – cita sebagai seorang entrepreneur dan memiliki start up.

Begini…..

Saya secara pribadi tidak memandang masalah menjadi pegawai atau pengusaha sebagai masalah. Disamping itu, Google terkenal dengan lingkungan kerjanya yang santai dan amat menghargai suatu ide atau inovasi. Mungkin anda pernah dengar sistem jam kerja 80/20 yang diadaptasi oleh Google. YA, dari 100% jam kerja, 80% untuk melakukan pekerjaan, 20% untuk melakukan kegiatan sesuai passion mereka. Bahkan, semua inovasi Google kebanyakan berasal dari porsi 20% itu.



Uniknya, para Googler (pegawai Google) tak harus bekerja dengan duduk di meja. Mereka boleh bekerja dimanapun mereka mau. Mau di kafetaria, di ruang bermain, di ruang istirahat……. Semua boleh. Selain itu, meja ataupun dinding BOLEH dicoret – coret apabila mereka tiba – tiba menemukan ide dan butuh segera dicatat.

Selain itu, bila biasanya bermain game adalah hal yang tabu di suatu tempat kerja, di Google hal itu DIFASILITASI dan bahkan diwajibkan, karena Google tak ingin para pegawainya terlalu maniak bekerja. Semua tipe permainan disediakan, baik dari konsol maupun permainan papan atau olahraga. Google pun menyediakan fasilitas olah raga untuk pegawainya supaya senantiasa bugar.


Itulah fasilitas – fasilitas yang membuat saya ngiler untuk bekerja disana, hal yang sangat membuat saya terkesan adalah ungkapan yang dikatakan Direktur Google Indonesia,
“Bila perusahaan lain memiliki aset mesin atau teknologi canggih, kita hanya punya manusia. Maka, kita rawat sumber daya ini supaya mereka bisa fokus berkarya tanpa memikirkan hal – hal kecil seperti makanan dan kenyamanan. Biar kita yang menyediakan itu.”

Kemudian, timbul suatu pertanyaan...... Bagaimana caranya supaya saya bisa mencapai cita - cita tersebut?

Tentu sudah jelas bahwa untuk bergabung di suatu perusahaan favorit itu tidak mudah. Karena yang pasti banyak saingan. Lalu, wawancara untuk bergabung dengan Google terkenal dengan kesulitannya dan keanehannya. 

Iya, keanehannya. Dari beberapa sumber yang saya baca di internet, pertanyaan yang diberikan tidak berhubungan dengan jabatan yang ditawarkan, dan bahkan tidak masuk akal. Tetapi, inilah yang menguji apakah si calon pegawai mampu berpikir out of the box atau tidak.

Maka, salah satu cara yang saya lakukan adalah memperluas wawasan saya terlebih mengenai Google itu sendiri dan mungkin sedikit berlatih berpikir secara 'aneh'. Maksudnya, berpikir tidak seperti biasanya. Karena, jujur saja, saya ini orangnya sedikit closed minded dan jarang mau bervariasi dalam berbagai hal (baca : monotone).

Kelemahan saya yang lain adalah saya terkadang menganggap segala sesuatunya terlalu serius, sehingga menurut pesan dan kesan orang di sekitar saya, saya jarang bercanda dan tidak bisa menikmati sesuatu dengan santai. Satu lagi kelemahan saya, saya terlalu emosian :-). Ya, terkadang saya tak bisa mengontrol emosi saya.

Sedangkan, kelebihan saya? Hmmm.... Mungkin kelebihan yang paling saya sadari adalah bersemangat mempelajari hal - hal baru. Ya, saya orangnya paling tidak bisa memiliki waktu luang saat liburan. Selalu ada saja hal - hal baru yang saya pelajari. Kelebihan saya lainnya yang saya tahu, saya tidak sungkan - sungkan membantu apabila ada teman yang minta tolong. Tentu, minta tolong untuk hal baik saja yang akan saya bantu. Untuk minta contekan dsj, I am sorry :)....

Lalu, yang satu ini sebenarnya saya bingung mau ditaruh di kelebihan atau kekurangan. Yaitu saya suka ngomong ceplas - ceplos. Ya, saya lebih suka ngomong jujur dan mengutamakan maksud omongan saya daripada harus memperhatikan kondisi. Kenapa? Ya karena kita berkomunikasi untuk menyampaikan maksud dan tujuan :). Di satu kondisi, terkadang orang itu bisa dengan cepat mengerti maksud saya. Tetapi, di lain kondisi orang itu malah emosi (biasanya cewek yang emosi hehehe....:) ).
Entah, saya juga bingung, saya tinggalkan teman - teman saya untuk menilai :).

Lalu, bagaiman jika saya tidak bisa mencapai impian saya itu?

Kecewa? Sudah pasti. Terlarut dalam kekecewaan? Sudah pasti TIDAK.

Karena, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya bahwa saya memiliki banyak cita - cita yang mungkin salah satunya akan saya capai nanti.


Rogo Jagad Alit
5115100168  

Tuesday, December 8, 2015

My Dream

My Dream
       Hai, salam kenal yang sedang membaca artikel ini.Sebelumnya, izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Faturochman Pranacahya A yang biasa dipanggil prana. Saya kelahiran dari Cirebon. Hobi saya adalah bermain game. 
      Omong - omong soal bermain, pasti semua orang pernah merasakan indahnya main pada saat kecil. Ya, salah satu permainan yang pernah saya mainkan saat kecil adalah bermain petak umpet, boy-boy-an, jadi-jadi-an, dan masih banyak permainan yang mengisi waktu luang saya saat kecil. Itu semua sangat membuat momen dalam hidup saya dan beberapa tahun setelah itu, saya dikenalkan dengan PS 1. Saya sangat bahagia mendapatkan game engine itu. Terkadang saya mengajak teman teman saya untuk bermain bahkan ibu saya pun suka bermain PS dengan saya. Tapi setelah itu, saya lebih suka bermain dengan PS dibandingkan bermain diluar. Tapi menurut pendapat saya, hal ini sangat tidak baik bagi saya yang membuat saya terbelenggu dan tidak bisa peka terhadap dunia luar.
          Beberapa tahun terlewati, jalan hidup sedikit demi sedikit mulai terlihat apa yang saya mau. Pada akhirnya saya memilih untuk bisa membuat game. Ya, mungkin dari kalimat diatas kalian bisa menyimpulkan mengapa saya harus membuat game? apakah itu membuat orang lain menjadi terbelenggu juga? Lalu kenapa saya ingin melakukannya? Yang unik lagi adalah, ini adalah bagian dari mimpi diri saya. Lhoo, ko bikin orang apatis dibuat mimpi ya? oleh sebab itu, saya ingin membuat game dimana ada dalam game tersebut bisa terjadi interaksi interaksi secara real bukan lewat virtual. Jadi mereka yang lebih suka bermain di dalam rumah. Dalam game ini dipaksa agar mereka bisa bermain diluar rumah yang tidak kalah menariknya.

           Party game adalah sasaran saya yang bisa dijadikan sebagai design dasar game. Karena dalam game ini mereka diharuskan untuk saling interaksi agar game lebih menarik. Contohnya seperti Twister, monopoly, ular tangga dan lainnya. Game game itu yang membuat menarik karena adanya kompetisi dari setiap player. Inilah salah satu dasar yang akan dijadikan game design buat kedepannya.

          Selain itu, saya juga senang bermain game yang bergenre FPS dimana kita bisa merasakan dengan sudut pandang yang sama antara player dengan game. Kita berasa bahwa kita yang terdapat dalam game itu dan kita merasakan apa yang game rasakan. Seperti darah tinggal sedikit, secara otomatis kita berusaha untuk lari mendapat perlindungan agar tidak tertembak dan lainnya. Game ini juga bisa dimainkan secara online dan membuat player tidak merasa jenuh karena ada teman bermain.
          


Dari bacaan diatas, saya dapat merangkum. Untuk membuat game yang menarik dan bisa dijadikan media sosial. Buatlah game dengan basis party game dimana kita bisa berinteraksi secara fisik dan FPS sebagai sentuhan akhir game. FPS dan party game?? lalu apa hubungannya?


      Yup, menurut pendapat saya inilah game yang bisa kita gunakan untuk media sosial dengan bantuan game. Game ini sudah ada yakni game perang dengan senjata yang mengeluarkan laser. Jika laser mengenai lawan. lawan tidak bisa menembak (atau freeze) dan yang menembaknya mendapat poin. Lalu apa yang hubungan dengan mimpi saya?
         Saya bermimpi agar game game seperti ini bisa dikembangkan dan bisa dijadikan game yang dikenal banyak orang. Layaknya dota, CS dan lainnya. Itu semua hanya game yang dibuat untuk kesenangan. Tetapi jika dikenal banyak orang, game tersebut bisa menjadi perlombaan yang penontonnya bisa melebihi konser Katy Perry. Mungkin didalam featurenya bisa ditambahkan seperti jenis jenis senjatanya. Karena dalam game ini, player hanya menggunakan satu jenis senjata untuk menembak lawan.

Ya mungkin ini hanya sekilas tentan mimpi saya untuk beberapa tahun kedepan dan semoga mimpi saya dapat dikabulkan dan mendapat impact yang baik bagi penggunanya. Oh iya, selain ini, saya juga ingin membuat game yang berbasis PC atau Game Console. Ini juga menjadi langkah awal saya untuk bisa mencapai mimpi membuat real time FPS dimana playernya adalah kita. Ya kita yang menjadi objek tertembak atau ditembak. Terimakasih. Semoga cita-cita kalian juga tercapai.

Nama : Faturochman Pranacahya Andrianto
NRP : 5115100103