Showing posts with label 5115100068. Show all posts
Showing posts with label 5115100068. Show all posts

Thursday, December 10, 2015

Apapun Bidangnya, Sisipannya Teknologi

    Teknologi saat ini menjadi momok bagi setiap individual dalam melakukan aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, setiap individu menggunakan teknologi teknologi yang ada dalam mendukung aktivitasnya, baik itu belajar, rekreasi, riset, dan sebagainya. Bidang teknologi saat ini menjadi salah satu fieldwork yang secara tidak langsung memiliki banyak sekali hal hal yang perlu diekspansi maupun dieksplorasi. Untuk saat ini, fakta menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi mobile atau yang lebih akrab disebut dengan mobile development app menjadi salah satu bidang yang sangat digemari dan pengembangannya cukup signifikan dari keluarnya I-Phone yang pertama hingga Samsung.

    Pepatah ekonomis, yang mengatakan bahwa “Tuailah hasil dalam sebuah ladang yang tidak banyak orangnya”, menjadikan mobile development menjadi sebuah prioritas ketiga kebawah. Yang menjadikan prioritas pertama dalam struggle saya adalah bidang Artificial Intelligence. Terdapat 2 alasan mengapa bidang tersebut menjadi sebuah perjuangan utama. Pertama, karena cita cita utama saya membuat JARVIS pribadi, memberikan dorongan yang besar dalam Artificial Intelligence. Kendalanya memang Internet di Indonesia sangat dibatasi sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa jika JARVIS tersebut jadi, cara kerjanya pun seperti Internet Explorer. Solusi sementaranya adalah mempercepat koneksi internet di sekitar area rumah entah dengan VPN atau dengan metode yang lainnya, karena agar interaksi dapat berlangsung secara cepat, dibutuhkan koneksi internet yang cepat pula dalam sekitar area rumah. Kedua, implementasi dari AI sendiri dapat terlihat dari bentuk bentuk yang sederhana seperti rekomendasi rekomendasi dalam website hingga adanya Cortana.

    Yang menjadi prioritas kedua adalah bidang Holograph baik Virtual maupun Augmented Reality. Alasan terbesarnya adalah bidang ini adalah impressi pertama ketika saya melihat iklan di televisi dimana mereka memanfaatkan udara sebagai layar proyektor. Secara fisis, fenomena hologram sering kita jumpai, salah satunya adalah fatamorgana yang sering terjadi di padang gurun. Inti dari hologram itu sendiri adalah pembelokkan cahaya. Akan tetapi, yang menjadi rumit dan seru, menurut saya, ialah apabila terpadukan dengan sistem komputer.

    Berdasarkan uraian tersebut dapat saya simpulkan bahwa terdapat tiga(3) prioritas yang menjadikan dorongan untuk menggeluti bidang teknologi informasi, yakni: Artificial Intelligence, Holographic, dan Mobile Development App. Ketiga hal tersebut secara tidak langsung ada yang merupakan perkawinan dengan bidang yang lain: Artificial Intelligence dengan ilmu psikologi dan Holograph dengan ilmu fisika. Maka dari itu, banyak sekali bidang bidang kehidupan yang sebenarnya dapat disisipi dengan teknologi, sehingga membuat lapangan kerja dalam bidang teknologi sangatlah luas.
Steven Candra
5115100068

Thursday, November 5, 2015

Dapatkan Ilmu tentang Kebohongan



Tidak semua manusia, baik murid maupun pengajar maupun pebisnis, melihat bahasa tubuh sebagai sesuatu yang esensial dalam melihat perilaku pihak kedua atau orang lain. Secara tak sadar (involunter) tubuh manusia melakukan beberapa gestur-gestur yang menandakan suatu sifat sifat tertentu manusia yang keluar secara tidak sengaja. Sebagai contoh sederhana yakni pada saat murid di suatu kelas menyandarkan diri pada kursi. Gestur tersebut menandakan ketidak-niatan seorang murid untuk mengikuti pembelajaran di kelas. Gestur tersebut dapat terjadi karena dua(2) hal, yakni: bosan akan cara penyampaian yang dilakukan oleh pengajar atau tidak mengerti materi tersebut secara total.
Hal tersebut( bahasa tubuh) memang sesuatu hal yang dirasa minor, tetapi bahasa tubuh selalu jujur terhadap niat dan sikap orang pada saat itu.Salah satu manfaatnya secara tak langsung ketika kita mempelajari bahasa tubuh ialah kita bisa mengetahui apakah orang tersebut berbohong atau melakukan sebuah penyelewengan terhadap suatu hal. Oleh karena itu, buku ” The Body Languages of Liars: From Little White Lies to Pathological Deception How to See Fibs, Frauds, and Falsehoods People Tell You Everyday” dapat menjadi salah satu referensi untuk manfaat tersebut.
Buku tersebut tersedia di Periplus Online Bookstore dan dapat diakses melalui cara cara berikut:
1. Cari bukunya melalui search engine dan klik icon “Buy Now”


2. Masuk ke Shopping Cart dan klik icon “Proceed to Checkout”


3. Cek alamatnya. Jika sudah benar, klik “Ship to This Adress”
 

4. Pilih metode pengiriman dan pembayarannya.


5. Kirim uangnya

6. Masuk ke icon “Payment Confirmation” dan isi sesuai slip pembayaran.

Steven Candra
5115100068

Thursday, October 22, 2015

Kinect: Now Everybody can Move in a Game


   Dalam sejarah game, para gamers seringkali menggunakan media-media tertentu untuk melakukan interaksi interaksi dalam gaming. Dimulai dari digunakannya joystick sebagai input dalam gaming pada generasi pertama gaming, yakni adanya game pong (representasi dari ping-pong) pada console Magnavox Odyssey pada tahun 1977 hingga generasi sekarang ini, dimana varian input dapat diambil dari beberapa sumber, baik melalui layar sentuh, seperti yang diaplikasikan pada Nintendo DS, bahkan dapat pula melalui kamera yang mensen
sor seluruh gerakan tubuh, seperti console Kinect pada Xbox itu sendiri.
  Walaupun pada abad ke-21 ini banyak sekali dijumpai rental-rental untuk bermain game-game yang berjoystick, seperti PS2, PS4, maupun Xbox tanpa Kinect, salah satu bentuk kemajuan teknologi yang signifikan adalah dibuatnya Kinect sebagai console support untuk Xbox. Secara harafiah, kata Kinect, berasal dari terminologi kinetic, yang berarti bergerak. Dari terminologi tersebut, dapat diasumsikan bahwa console Kinect akan mendukung dunia gaming dalam hal inputan yang bergerak, seperti halnya tubuh manusia.
  Secara mekanis, cara kerja dari Kinect itu sendiri adalah menangkap gambar tubuh manusia secara “kasar”, dalam arti tidak sampai sedetil hingga pengambilan muka, dan menyalurkannya ke bagian proses untuk selanjutnya di transmisikan ke dalam game. Gerakan manusia itu sangatlah kompleks dimana proses pengambilan input tersebut haruslah sangat cepat dan banyak data yang diambil per second nya, karena telat se sekon saja sudah menyebabkan tubuh manusia dengan interface game menjadi tidak sesuai. Hal tersebut terjadi saat lagging, dimana proses dari berjalannya game menjadi tiba tiba tidak secepat atau se ideal biasanya. Karena tubuh manusia memiliki bentuk yang bervariasi dalam hal lebar maupun tinggi serta jarak bermainnya dalam cakupan 6 meter persegi (idealnya), kamera dari Kinect tersebut akan bergerak keatas atau kebawah, memperbesar jarak pandang atau memendekkannya untuk mendapatkan posisi dari pemain tersebut.
  Walaupun terkesan aneh bagi yang baru pertama mencoba Kinect, Kinect (beserta game nya seperti Kinect Sports dan sebagainya) menurut saya sangat direkomendasikan untuk orang orang yang terkesan malas untuk keluar tapi pada dasarnya aktif di rumah. Ketika saya melihat adik saya bermain Kinect beserta saudaranya, tak sampai 10 menit bermain, mereka berdua sudah bermandikan keringat dan terlihat ketagihan seperti orang orang yang ketagihan dengan narkoba, atau dengan kata lain mau lagi mengulang permainan tersebut.

  Steven Candra
  5115100068