Showing posts with label 5115100039. Show all posts
Showing posts with label 5115100039. Show all posts

Friday, December 11, 2015

Jadi orang yang berguna? Please, be more specific!

   Mendung tak selalu berarti hujan. Ketika kau mau tersenyum, maka itulah mentari yang kau cipta sendiri. Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam rekan kolega! Masuk pada penghujung tahun, hujan mulai hadir hari demi hari, materi semakin jauh mesti di kejar, tumpukan buku menanti dibaca menuju UAS, tugas akhir semester menunggu untuk dijamah. Tapi bukan berarti kita harus nyerah sama situasi, bukan berarti lepas tangan pada semester awal. Jalan kita baru dimulai kawan, ingat kembali kenapa kita mau masuk ke Teknik Informatika ITS, ingat kembali soal mimpi-mimpi, cita-cita yang ada dalam diri masing-masing. Nah, bicara soal cita-cita, semua orang pasti punya. At least, cita-cita jangka pendek seperti lulus matkul Kalkulus dengan nilai A......

   Lantas, apasih cita-cita saya sendiri? apa yang saya mimpikan? Jadi orang yang berguna? Memang tidak ada yang salah dengan menjadi orang yang berguna. Tapi, ayolah. Jadi orang yang berguna merukapan sebuah keharusan, bukanlagi mimpi. Bahkan (maaf) tukang becak sekalipun merupakan orang yang berguna. Kenapa? Karena mereka membayar pajak yang berguna bagi bangsa dan negara. Lah terus? Apa dong? Menjadi seorang Mobile Apps Developer merupakan mimpi saya, lebih bagus lagi jika bisa membangun sebuah perusahaan berbasis Pengembangan Aplikasi Mobile dengan saya sendiri sebagai CEO.
  
   Kenapa saya ingin menjadi seorang Mobile Apps Developer?
  • "Pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar" -Ridwan Kamil. Tidak perlu penjelasan panjang tentang ini saya rasa.
  • Dari 256juta penduduk Indonesia, 75juta diantaranya merupakan pengguna internet, dan 308 juta tercatat aktif menggunakan mobile network (1 orang memiliki lebih dari 1 handphone). Dapat kita lihat betapa menjanjikannya pekerjaan ini.
  • Perkembangan smartphone yang makin hari makin pesat, hal ini juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat.
  • Penggunaan mobile apps yang terus meningkat setiap tahunnya
   Strategi untuk mewujudkannya apa saja? Yang pertama dan paling utama adalah bergerak mulai dari sekarang, Mengembangkan kemampuan di bidang programmer, mencari lebih banyak ide untuk desain aplikasi, Karena seperti yang kita tahu untuk membuat apps yang menarik butuh lebih dari sekadar ngoding yang bagus, Mulai dari ide, desain menarik, sampai pengalaman user yang memuaskan, semuanya harus diramu dengan baik untuk menghasilkan apps yang keren pula.
   Apps yang bagus tidak serta merta ada hanya karena kita punya ide, dieksekusi, setelah itu dilempar ke store lalu tiba-tiba masuk top 10 download. Banyak hal yang perlu diperhatikan seperti riset pasar, mengumpulkan feedback, dan memperbaiki proses berdasarkan masukan dari user tsb. Oleh karena ini, berkolaborasi dan membangun tim yang tepat dalam menghasilkan sebuah aplikasi dan produk sangatlah penting, karena cuma dengan cara itu kita bisa membuat karya yang kuat. 
   Jika nantinya cita-cita saya menjadi founder sekaligus CEO di bidang Mobile Apps Development, setidaknya saya harus bisa menjadi seorang mobile apps developer yang bekerja secara freelance, baru nantinya sedikit demi sedikit mengembangkan sayap ke pelosok negeri!!


Ivan Fadhila
5115100039


Friday, November 6, 2015

Siap Menghadapi MEA

Assalamualaikum wr.wb.

Salam sukses para generasi muda penerus bangsa!

Gb 1. Are you ready?
 Seperti yang kita semua telah ketahui, akhir tahun nanti Indonesia akan dihadapkan dengan sebuah tantangan global baru. Apa itu? Ya! Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC). MEA adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020. Nah untuk menghadapi itu tentunya kita sebagai mahasiswa yang nantinya akan menjadi penerus bangsa haruslah memiliki kemampuan yang mumpuni dalam segala bidang. Harus trampil, cerdas, serta kompetitif.
 Tentunya, saya sebagai mahasiswa dan juga penerus bangsa merasa tidak mau ketinggalan jauh dengan yang lainnya. Terutama soal berbahasa, ya tentu Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional pastinya mempunyai peran penting di kehidupan mendatang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat menguasai softskill ini, namun saya memilih buku sebagai media. Kenapa buku? Karena buku adalah senjata yang tak terpisahkan dari sejarah hidup pemimpin besar. Dengan buku, seseorang mampu menyerap peristiwa yang terjadi pada lintas benua dan samudera, hehehe..

 Hingga akhirnya pada suatu ketika, saya melihat secercah harapan muncul di Line saya..
Gb 2. Secercah harapan

 Akun Line 'iCampus Indonesia' menjual media untuk dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya. Kebetulan yang sangat menggembirakan tentunya. Akhirnya pilihan saya jatuh kepada 2 buku di bawah ini..

















 Dalam gambar dijelaskan bagaimana cara  agar kita dapat mendapatkan buku tersebut, antara lain:
1. Pesan buku via LINE iShop Campus
2. Melakukan pembayaran ke bank mandiri pengirim
3. Konfirmasi pembayaran dengan melampirkan bukti, alamat lengkap, serta nomer HP
4. Paket akan dikirim dengan estimasi 4-8 hari.

 27 Oktober 2015, pembayaran dan konfirmasi telah saya lakukan. Ini artinya tinggal menunggu paket sampai ke pangkuan agar semua proses yang dijalani selesai.

















Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari. Masa penantian merupakan masa yang paling berat serta menyebalkan dalam hidup ini. Namun ya kadang kita harus bersabar untuk mendapatkan hasil terbaik. Mungkin ada yang bertanya kenapa waktu pengiriman begitu lama? Setelah diselediki tenyata barang dikirim langsung dari penerbit, sehingga memerlukan waktu yang sedikit lebih lama. Hingga akhirnya, kamis 5 Oktober 2015, tepat 1 hari sebelum tulisan ini dibuat, barang yang ditunggu hadir dengan selamat. Yesh!


Kini saya siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015! Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!

Ivan Fadhila
5115100039

Friday, October 23, 2015

Semua Seakan Mudah Saat Dia Ada

Gb 1 : Touch me!
Haloo!

 Tak ada yang dapat mencegah,  bahwasanya teknologi terus menerus berkembang dari hari ke hari dengan cepatnya. Beberapa teknologi bahkan telah mengubah peradaban dan tingkah laku manusia di dunia ini. Salah satu dari sekian banyak teknologi yang mengubah pandangan dan cara hidup saya serta tak sedikit orang di dunia ini adalah teknologi layar sentuh (touchscreen), yang diyakini mulai dikembangkan pada tahun 1965, dan berkembang pesat mulai tahun 1990an akhir.

Teknologi yang kerap diibaratkan dengan seorang pembeli makanan di warung tegal atau warteg, yang pada dasarnya pembeli menunjuk sana-sini untuk menentukan menu atau makanan mana yang hendak mereka santap. Namun, bukan itu filosofinya, memang secara tidak langsung, terdapat kesamaan antara teknologi touchscreen dan cara memesan makanan di warteg tersebut. Siapa pula yang dapat menyangka bahwasanya teknologi yang telah mengubah gaya dan tampilan perangkat komunikasi di dunia ini ternyata menyimpan sejarah yang cukup panjang.

CUKUP MENGESANKAN!

   Semua bermula ketika E.A Jhonson (diyakini sebagai penemu touchscreen), pada tahun 1965 menemukan cara agar layar dapat membaca sentuhan, meskipun hanya satu sentuhan pada awalnya. Penemuan yang mendapat paten tahun 1969 ini kemudian digunakan sebagai alat kontrol lalu lintas udara hingga tahun 1993. Tahun 1970, dua insinyur asal CERN, Swiss, mulai melakukan inovasi pertama pada layar sentuh ini, dengan menciptakan layar sentuh kapasitif yang dapat bekerja dengan cara merespon benda keras (seperti tongkat) yang menekannya.

   Perkembangan tidak berhenti disana, adalah Samuel G. Hurts, nama inovator selanjutnya dari layar sentuh resesif, yang mulai memproduksi massal teknologi touchscreen pada tahun 1980-an melalui perusahaannya sendiri yaitu Elographics. Selanjutnya perubahan besar kembali terjadi pada tahun 1982 oleh University of Torontayang,  tidak seperti layar kapasitif dan resisif yang hanya dapat membaca titik kontak tunggal, Universitas ini mulai mengembangkan teknologi multitouch serta mengembangkan tablet layar sentuh pula.

Gb 2 : Can I touch you?

   Bell Labs ikut menembangkan touchscreen yang bisa mengubah gambar lebih dari satu sentuhan pada 1984. Pada saat yang sama, Myron Krueger mengembangkan sistem optik yang dapat melacak gerakan tangan, ini adalah sebuah langkah awal yang mendorong inovasi layar sentuh menjadi semakin mudah dan lebih canggih. Setahun kemudian, kembali sebuah Universitas, University of Toronto  melalui Bill Buxton turut andil dalam pengembangan inovasi tablet multi-touch menggunakan teknologi kapasitif, 

   Semakin kesini, tepatnya tahun 1990-an, ilmuwan komputer Andrew Sears melakukan studi akademis tentang interaksi manusia dan komputer. Studi tersebut menjelaskan bagaimana gerakan single-touch, seperti memutar tombol, menggesekkan untuk mengaktifkan. Kemudian multi-touch seperti mengubungkan objek, dan menekan untuk memilih.

  Sampailah kita pada era teknologi yang lebih canggih saat ini, selama beberapa dekade terakhir, teknologi touchscreen terus melakukan inovasi yang signifikan. Layar menjadi lebih reseptif terhadap sentuhan dan gerakan, juga inovasi yang lebih difokuskan kepada kualitas perangkat. Sekarang ini teknologi touchscreen hampir pasti pernah dicoba dan dimiliki semua orang, mulai dari HP, laptop, tablet, layar interaktif di dalam mall ataupun gedung-gedung, hingga memesan makanan mulai menggunakan teknologi ini.
Gb 3 : Touch them all!

   Lantas, apa saja yang membuat saya dan kita semua harus serta wajib untuk menikmati teknologi yang satu ini? tak lain dan tak bukan adalah karena keuntungan yang ditawarkan, seperti
  • Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba (masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama)
  • Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
  • Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh 
  • Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
  • Mudah diterima oleh penggunanya
  • Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya

Nah, mungkin pertanyaan anda adalah, mengapa saya begitu tertarik mengangkat tulisan tentang touchscreen, sedangkan masih banyak penemuan lain, aplikasi lain yang bahkan jauh lebih baik dari ini. Jujur, munculnya teknologi touchscreen secara tak langsung mengubah gaya hidup saya. Semuai judul, 'Semua seakan mudah saat dia ada', ambil contoh paling sederhana, untuk mengetik sebuah pesan singkat, saya yang dulunya harus menekan angka 2 sebanyak 3 kali untuk mendapatkan huruf C, kini bisa didapatkan hanya dengan 1 sentuhan. Selain itu, munculnya teknologi ini membuat semua aktivitas menjadi lebih efisien, lebih mudah digunakan, serta lebih elegan tentunya

   Mengesankan bukan? Thanks to all of them, to make this world even better. 
    Last but not least.. come on and touch me!

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2014/05/27/363/990571/perjalanan-panjang-terciptanya-teknologi-layar-sentuh

Ivan Fadhila
5115100039